Drag Bike Yogyakarta, Luber Starter
Najib M Saleh selaku promotor dari VSC
(Venture Sport Club) terlihat sumringah. Pasalnya VSC Dragbike Ramadhan
Nite Battle 2012 Sabtu (4-5/8), yang digelar pada sirkuit pantai Depok,
Bantul, Yogyakarta, sakses dijejali penonton juga starter. Yap betul,
jumlah starternya, wow nembus 457 starter. Mereka berlaga pada 16 kelas.
Ambil contoh, kelas sport 2 tak 155cc rangka standar bahkan diikuti 66 starter. Dan ini nih ada 1 kelas eksibisi yang mungkin jarang dilombakan yakni kelas Mekanik. Walah, ternyata dijejali 25 starter.
Mereka hadir dari berbagai daerah, di antaranya Jawa barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sendiri. Maksudnya pembalap, team maupun para mekanik pun kru, seperti memanfaatkan momentum drag bike di saat bulan ramadhan. Berlaga malam hari dengan penerangan lampu, pada lintasan mulus dan dimbuhi terang bulan pula. Data yang diperoleh, tahun lalu hanya sekitar 259 starter. Kebayang betapa signifikannya, jumlah starter yang ngikut. Maklum enggak ada event tandingan, sih. Padahal kelar jelang saur sekitar jam 03.30.
Salah satunya Acong yang punya nama lengkap Suhartono, drag biker asal bekasi Jawa Barat, itu nongol lagi. Katanya ini kali kedua doi berlaga di event dan sirkuit yang sama. Menurutnya tantangan terberat berlaga di situ adalah hembusan angin dan hawa dingin. “Serta fight dengan drag biker asal Jateng dan Jatim. Enggak gampang. Mereka langsung gas pol sejak awal,” akunya.
Rekan Acong, yakni saat itu adalah Bowo Samsonet. Mereka terlihat berlaga komplit dengan baju balap. Penggunaan itu diakui karena safety dan sanggup nahan hembusan angin dingin sirkuit. “Selain itu, kalau merunduk dengan pakaian begini bakal makin rata dengan motor. Kan nyumbang perolehan waktu,” ungkap Bowo yang mengaku berpuasa, dan bukan masalah buatnya lakukan sahur di paddock.

Oh ya, settingan karburator yang pas diakui pegang peran mengail
waktu tercepat, termasuk antisipasi settingan melawan suhu dingin.
“Suhu begini settingan karbu mesti lebih kering. Kami pakai main jet 120
pilot jet 38 itu setingan untuk motor bebek,” beber Muflikun, ayah drag
biker Hendra Kecil. Nyatanya Hendra yang memang kecil itu meraja
dikelas bebek Bebek 4 Tak Tune Up s/d 115 cc dengan catatan waktu 08.754
detik, mengalahkan rivalnya Eko Chodox.
Terlepas dari semua itu, gelaran drag bike kala ramadhan nyatanya memang ditangkap jeli oleh VSC yang dikomando Najib M Saleh, sebagai event alternatif yang kedua kali di gelar pada bulan puasa. Dan sanggup hadirkan benefit, yakni lubernya peserta dan penonton.
Faedah lain yang mungkin terkait, seperti antisipasi balap liar yang ditengarai marak ketika bulan puasa. Karena adrenalin begitu bisa disalurkan ke event seperti ini. Iya kan? Maka, usah heran bahwa drag bike Ramadan bakal jadi ikon baru event kompetisi andalan VSC, setelah sebelumnya sukses pula dengan event road race yang dihajat pada tahun baru dan sudah berjalan sejak tahun 2000 silam.
Ambil contoh, kelas sport 2 tak 155cc rangka standar bahkan diikuti 66 starter. Dan ini nih ada 1 kelas eksibisi yang mungkin jarang dilombakan yakni kelas Mekanik. Walah, ternyata dijejali 25 starter.
Mereka hadir dari berbagai daerah, di antaranya Jawa barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sendiri. Maksudnya pembalap, team maupun para mekanik pun kru, seperti memanfaatkan momentum drag bike di saat bulan ramadhan. Berlaga malam hari dengan penerangan lampu, pada lintasan mulus dan dimbuhi terang bulan pula. Data yang diperoleh, tahun lalu hanya sekitar 259 starter. Kebayang betapa signifikannya, jumlah starter yang ngikut. Maklum enggak ada event tandingan, sih. Padahal kelar jelang saur sekitar jam 03.30.
Salah satunya Acong yang punya nama lengkap Suhartono, drag biker asal bekasi Jawa Barat, itu nongol lagi. Katanya ini kali kedua doi berlaga di event dan sirkuit yang sama. Menurutnya tantangan terberat berlaga di situ adalah hembusan angin dan hawa dingin. “Serta fight dengan drag biker asal Jateng dan Jatim. Enggak gampang. Mereka langsung gas pol sejak awal,” akunya.
Rekan Acong, yakni saat itu adalah Bowo Samsonet. Mereka terlihat berlaga komplit dengan baju balap. Penggunaan itu diakui karena safety dan sanggup nahan hembusan angin dingin sirkuit. “Selain itu, kalau merunduk dengan pakaian begini bakal makin rata dengan motor. Kan nyumbang perolehan waktu,” ungkap Bowo yang mengaku berpuasa, dan bukan masalah buatnya lakukan sahur di paddock.
Terlepas dari semua itu, gelaran drag bike kala ramadhan nyatanya memang ditangkap jeli oleh VSC yang dikomando Najib M Saleh, sebagai event alternatif yang kedua kali di gelar pada bulan puasa. Dan sanggup hadirkan benefit, yakni lubernya peserta dan penonton.
Faedah lain yang mungkin terkait, seperti antisipasi balap liar yang ditengarai marak ketika bulan puasa. Karena adrenalin begitu bisa disalurkan ke event seperti ini. Iya kan? Maka, usah heran bahwa drag bike Ramadan bakal jadi ikon baru event kompetisi andalan VSC, setelah sebelumnya sukses pula dengan event road race yang dihajat pada tahun baru dan sudah berjalan sejak tahun 2000 silam.
dipostkan oleh : wahyu s
Tidak ada komentar:
Posting Komentar